Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

Renungan Pagi 3

Kata Yesus kepadanya:
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.
( Yohanes 14:6 )

Tidak ada seorangpun ...
Yang datang kepada Bapa ...
Kalau tidak melalui Aku ...

Masih percayakah kita ...
Akan firman Tuhan yang satu ini ... ?

Bapak-bapak ...
Ibu-ibu ...
Masih percayakah kita ... ?

Lalu ...
Mengapa kita biarkan ...
Anak-anak kita ...
Mencoba memilih jalan lain ... ?

Bahkan ...
Jangan-jangan ...
Tanpa kita sadari ...
Seolah kita merestuinya ... ?

Padahal ...
Mereka itu 'anak' ...
Yang masih sangat perlu bimbingan kita ...

Ah ...
Ampuni aku Tuhan ...
Aku sudah biarkan ...
Anak-anakku bermain api ...

Ampuni aku Tuhan ...
Ternyata aku mulai tidak percaya akan firman-Mu ...

Anak-anakku ...
Mereka yang Kau percayakan padaku ...
Telah aku biarkan tersesat ....
Karena sempat aku melihat 'masih ada jalan lain' ...

Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 15 November 2011

Renungan Pagi 2

Bodohlah
yang menyatakan sakit hatinya
seketika itu juga,
tetapi bijak,
yang mengabaikan cemooh.
( Amsal 12:16 )

Mungkin ...
Dulu kita belum tahu firman ini ...
Sehingga ...
Kita lakukan 'kebodohan' itu ...

Begitu hati ini panas ...
Langsung marah ...
Begitu marah ...
Langsung teriak ...

Tanpa sempat ...
Untuk sedikit merenungkannya dahulu ...
Setiap kata yang akan kita ucapkan ...

Tapi ...
Itu duluuuu ...
Saat kita belum tahu ...
Bahwa itu 'bodoh' ...

Tetapi ...
'Istilah' apa lagi yang pantas buat kita ...
Bila kita sudah tahu ...
Bahwa hal itu 'bodoh' ...
Tetapi ...
Tetap saja kita lakukan ... ?

Jadi ...
Akankah tetap kita lakukan hari ini ... ?

Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 08 November 2011

Renungan Pagi 1

"Ya Tuhan dan Allah kami,
Engkau layak menerima puji-pujian
dan hormat dan kuasa;
sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;
dan oleh karena kehendak-Mu
semuanya itu ada dan diciptakan."
( Wahyu 4:11 )

Jadi ...
Memang untuk-Nya lah pujian kita ...
Untuk Tuhan nikmati lah ...
Sembah dan pujian kita ...

Tetapi ...
Mengapa sering terbalik ... ?

Kita puji Dia ...
Dengan pujian sesuka hati kita ... ?
Menurut keinginan kita ... ?

Dan bahkan ...
Akhirnya ...
Kita merasa pujian kita sudah benar ...
Karena 'kita' dapat menikmati ...
Pujian penyembahan kita ... ?

Kita lupa ...
Bahwa pujian itu bukan untuk kita ...
Bukan kita yang menikmati ...
Tapi Dia ...
Tuhan ...

Jadi ...
Saat kita memuji Dia ...
Adakah kita perhatikan hati-Nya ... ?
Adakah Tuhan nikmati sembah dan puji kita ... ?

Tuhan Yesus memberkati.